Lambang Kabupaten Bekasi, Apa Artinya?

Jika Anda tinggal di wilayah Jabodetabek, tentu tidak asing dengan wilayah Kabupaten Bekasi yang berada di sebelah timur Kota Jakarta.

Kabupaten Bekasi ini memiliki sejarah panjang sebelum menjadi daerah yang berperan krusial seperti saat ini.

Menurut Poerbatjaraka, Bekasi berasal dari bahasa Sansekerta, yakni Chandrabhaga yang memiliki arti bagian dari bulan. Kemudian, kata Chandrabhaga terus berubah menjadi Bhagasasi dan disingkat menjadi Bhagasi.

Memahami Arti Lambang Kabupaten Bekasi

Berdasarkan Peraturan Daerah No. 12/PD/1962 tentang Lambang Kabupaten Bekasi, diterangkan bahwa lambang terbagi menjadi 3 bagian berbeda, yakni bagian atas, tengah, dan bawah.

Pada lambang tersebut juga tertulis motto kabupaten ini, yakni Swatantra Wibawa Mukti. Jika diartikan berarti daerah yang mampu mengurus rumah tangganya sendiri, berpengaruh, dan jaya makmur.

1. Lambang Bagian Atas

Pada lambang bagian atas, Anda dapat melihat warna dasar hijau muda. Warna ini melambangkan geografi Kabupaten Bekasi, yakni di dataran rendah dengan tanah subur dan makmur. Hal ini tercermin melalui 2 untaian hasil bumi, seperti padi berwarna emas sebanyak 17 butir dan 8 butir buah-buahan, sayur-sayuran, atau palawija.

Pada dasarnya, hasil bumi mencerminkan tanggal dan bulan kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 17 pada padi di sebelah kanan dan bulan 8 atau Agustus untuk buah-buahan, sayur-sayuran, atau palawija di bagian kiri. Kemudian, hasil bumi secara tidak langsung juga dapat menghasilkan komoditas perekonomian yang lain, seperti barang-barang kerajinan hingga industri.

2. Lambang Bagian Tengah

Gambar pada lambang Kabupaten Bekasi juga melibatkan senjata khas kabupaten ini. 

Di bagian tengah terdapat golok yang mengartikan rakyat Kabupaten Bekasi. Golok ini tampak berdiri tegak dengan  ujung yang menghadap ke atas. Gagangnya digambarkan berwarna hitam untuk melambangkan kekuatan dan ketahanan. Sedangkan, punggung golok tampak berwarna putih dan melambangkan kesucian.

3. Lambang Bagian Bawah

Ternyata, pada lambang bawah dibedakan menjadi dua, yakni sejarah dan pemerintahan.

Di sini tampak laut dengan enam gelombang berwarna putih, di mana laut menggambarkan perjuangan dan gelombang mencerminkan enam zaman yang berbeda, yakni zaman Kerajaan Tarumanegara, zaman Kerajaan Pajajaran, zaman pemerintahan Jayakarta, zaman pemerintahan Belanda, zaman pemerintahan Jepang, hingga kemerdekaan.

Kemudian, lambang Kabupaten Bekasi juga mencerminkan pemerintahan, khususnya melalui lajur rangkap yang memiliki warna hitam dan umpak-umpak berwarna coklat. Lajur rangkap terbagi menjadi dua untuk menggambarkan badan legislatif dan eksekutif daerah. Sedangkan, umpak-umpak di bawah lajur rangkap memiliki arti yang berbeda, yakni melambangkan banyaknya kecamatan dan desa.

Demikian makna lambang Kabupaten Bekasi yang sebaiknya Anda tahu. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab lambang daerah merupakan sebuah identitas. Selain itu, lambang juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesatuan dan persatuan sosial budaya di masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk memahami arti lambang Kabupaten Bekasi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*