Jadwal dan Zonasi PPDB SMA/SMK Jawa Barat 2018

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat untuk tahun ajaran 2018/2019 menggunakan sistem zonasi. Bagaimana perhitungannya?

Sesuai dengan informasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui situs web resmi di http://ppdb.jabarprov.go.id, PPDB tingkat SMA/SMK ini akan melibatkan 497 SMA dan 281 SMK di 27 kabupaten/kota di ProvinsinJawa Barat. Sehingga batas wilayah dalam PPDB ini adalah dalam Provinsi Jawa Barat atau luar Provinsi Jawa Barat, di mana kuota untuk luar Provinsi Jawa Barat adalah maksimum 10%.

Untuk dalam Provinsi Jawa Barat sendiri, ada beberapa jalur yang digunakan, yaitu Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) , Penghargaan Maslahat Guru (PMG), Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Warga Penduduk Setempat (WPS), Prestasi/Bakat Istimewa Akademik atau Non Akademik, dan Nilai Hasil Ujian Nasiona (NHUN). Detail persyaratan untuk tiap-tiap jalur dapat dilihat di situs web resmi di atas.

Namun demikian, yang banyak menjadi perbincangan adalah sistem zonasi yang digunakan untuk jalur NHUN untuk tingkat SMA yang menggunakan formula berikut:

Skor total jalur NHUN = (30% x skor jakar) + (70% x skor NHUN)

Sebelum kita bahas bagaimana cara menghitung skor total jalur NHUN, berikut adalah tabel jadwal PPDB dan tabel skor jarak.

Jadwal PPDB SMA/SMK Jawa Barat tahun 2018

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
I Jalur KETM, PMG, ABK, WPS, Prestasi
Pendaftaranr 4 – 8 Juni 2018
Verifikasi/Uji Kompetensi 25, 26, 28 Juni 2018
Pengumuman 30 Juni 2018
Daftar Ulang 2 – 4 Juli 2018
II Jalur NHUN
Pendaftaran 5, 6, 7, 9, 10 Juli 2018
Verifikasi/Uji Kompetensi 5, 6, 7, 9, 10 Juli 2018
Pengumuman 12 Juli 2018
Daftar Ulang 13 – 14 Juli 2018
III Awal Tahun Pelajaran 2018/2019 16 Juli 2018
IV MPLS 16 – 18 Juli 2018

Penyekoran jarak domisili ke sekolah tujuan

No Rentang Jarak (meter) Skor
1 0 – 500 400
2 501 – 1000 395
3 1001 – 1500 390
4 1501 – 2000 385
5 2001 – 2500 380
6 2501 – 3000 375
7 3001 – 3500 370
8 3501 – 4000 365
9 4001 – 4500 360
10 4501 – 5000 355
11 5001 – 5500 350
12 5501 – 6000 345
13 6001 – 6500 340
14 6501 – 7000 335
15 7001 – 7500 330
16 7501 – 8000 325
17 8001 – 8500 320
18 8501 – 9000 315
19 9001 – 9500 310
20 9501 – 10000 305
21 10001 – 10500 300
22 10501 – 11000 295
23 11001 – 11500 290
24 11501 – 12000 285
25 12001 – 12500 280
26 12501 – 13000 275
27 13001 – 13500 270
28 13501 – 14000 265
29 14001 – 14500 260
30 14501 – 15000 255
31 15001 – 15500 250
32 15501 – 16000 245
33 16001 – 16500 240
34 16501 – 17000 235
35 17001 – 17500 230
36 17501 – 18000 225
37 18001 – 18500 220
38 18501 – 19000 215
39 19001 – 19500 210
40 19501 – 20000 205
41 Lebih dari 20000 200

Contoh:

Seorang siswa lulusan SMP mempunyai NHUN 360 dan rentang jarak dari tempat domisili (sesuai dengan kartu keluarga) ke sekolah SMA tujuan adalah 6,2 km. Berapa skor akhir siswa tersebut dalam PPDB?

Pertama-tama, dari tabel penyekoran jarak di atas didapat bahwa jarak 6,2 km atau 6200 meter itu ada di antara 6001 – 6500 meter yang menpunyai skor 340.

Skor total jalur NHUN = (30% x skor jakar) + (70% x skor NHUN)

Maka skor total jalur NHUN siswa tersebut adalah = (30% x 340) + (70% x 360) = 354

Sebagai tambahan informasi, rentang jarak dari tempat domisili ke sekolah tujuan adalah jarak lurus, dan akan ditentukan oleh panitia PPDB di sekolah tujuan pertama dalam proses pendaftaran PPDB. Kita juga dapat menggunakan Google Map (https://www.google.co.id/maps) untuk menghitung jarak tersebut sebagai referensi dan bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan sekolah.

Sumber: Situs web Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*